“FENOMENA KOMUNITAS HIJABERS DALAM TINJAUAN MASYARAKAT POSTMODERN”

Gambar

http://mimialysa.blogspot.com/2010/12/beauty-in-faith-hijabers-community.html

“Fenomena Komunitas Hijabers Dalam Tinjauan Masyarakat Postmodern”*

 Tori Nuariza**

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.  Latar Belakang

Manusia selalu mengalami perubahan-perubahan selama hidup baik secara individu maupun secara kolektif dalam konteks kehidupan bermasyarakat. Perubahan- perubahan (Soekanto, 2006:259) itu dapat berupa perubahan dalam hal nilai-nilai sosial, norma-norma sosial, pola-pola perilaku organisasi, susunan lembaga kemasyarakatan, lapisan-lapisan dalam masyarakat, kekuasaan dan wewenang, interaksi sosial dan lain sebagainya. Dalam hal ini, perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai-nilai, sikap-sikap, pola-pola perilaku diantara kelompok masyarakat disebut sebagai perubahan sosial.

Perkembangan zaman yang begitu cepat dari masyarakat agrikultur menuju masyarakat industri hingga menjadi masyarakat informasi memang tak dapat dihindari, seiring dengan itu terjadi perubahan-perubahan sosial di dalam masyarakat. Dalam konteks ini, perubahan  masyarakat agraris, dimana sumber kekuasaan berupa tanah dan sumber daya alam, menjadi masyarakat industri dimana  penguasaan terhadap alat-alat produksi  menjadi  alat kekuasaan dan pada akhirnya masa kini yang disebut sebagai era informasi. Sebagai konsekuensi, informasi menjadi sebuah power, masyarakat pun menjadi konsumen informasi. gelombang informasi yang didukung dengan revolusi teknologi  meluber begitu pesat hingga terjadi overload informasi. Perubahan sosial menjadi sebuah keniscayaan, siap ataupun tidak masyarakat sebagai objek informasi mengalami perubahan baik pola perilaku, sistem sosial, nilai-nilai, termasuk world-view, cara pandang, dan ideologi.

Terminologi seperti information revolution, globalization, postmodern society mulai menjadi wacana-wacana intelektual yang menarik pasca penemuan komputer dan  teknologi digital ini. Hubungan sosial ataupun interaksi di dalam masyarakat berubah total dari sebelumnya. Dengan adanya perkembangan new media, baru-baru ini interaksi sosial berpindah dari tempat-tempat yang real menjadi tempat-tempat yang semu atau maya. Dampak Globalisasi yang melukiskan keterkaitan dan ketergantungan antar manusia di dunia melalui perdagangan, investasi, budaya populer, dan bentuk interaksi lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi relatif. Hal ini digambarkan Anthony Giddens, bahwasanya mayoritas umat manusia menyadari sebenarnya setiap individu turut ambil bagian dalam dunia yang harus berubah tanpa terkendali, yang ditandai dengan selera dan rasa ketertarikan terhadap hal yang sama, perubahan, ketidakpastian dan realita sosial yang mungkin terjadi. Mcluhan, ahli komunikasi, membahasakan dunia menjadi sebuah global village, sebuah desa global. Dimana semua masyarakat manusia dibuat untuk menjadi sebuah masyarakat global. Namun, desa identik dengan tradisi yang kuat padahal era global ini membuat manusia tidak memiliki tradisi mapan, melainkan menjadi village massif yang telah kehilangan kohesi sosial dan ideologi. Dalam konteks ini, Jean Baudrillard (Strinati, 2010 : 14) melukiskan situasi ini sebagai implosion, dengan perkembangan media baik media massa, elektronik, dan new media, semuanya telah menyatukan manusia kemudian membiarkannya meledak kedalam batas-batas geografis bangsa, ideologi, kelas, yang cair dan luluh begitu saja. Masyarakat menjadi penuh ketidakpastian tanpa identitas yang jelas dan kuat. Masyarakat ini dapat disebut sebagai masyarakat postmodern, masyarakat yang terlahir pasca modernisasi, masyarakat post-industrial society. Masyarakat yang tidak lagi mencintai reasoning, masyarakat yang meyakini kebenaran itu tidaklah mutlak namun kebenaran dapat diciptakan secara personal dan relatif, masyarakat yang skeptis, masyarakat yang melahirkan spiritualitas baru, masyarakat yang unik karena erat kaitannya dengan media. Lanjutkan membaca ““FENOMENA KOMUNITAS HIJABERS DALAM TINJAUAN MASYARAKAT POSTMODERN””